sampling parameter
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

23
(FIVE YEARS 4)

H-INDEX

4
(FIVE YEARS 0)

SCISCITATIO ◽  
2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 54-65
Author(s):  
Reksi Njurumay ◽  
Djoko Rahardjo ◽  
Kisworo

Sebagai salah satu sungai besar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kualitas air Sungai Code banyak ditentukan oleh pengaruh aktivitas manusia dan kondisi alamiah yang ada disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tataguna lahan, tipe vegetasi riparian, dan sumber bahan pencemar terhadap kualitas air sungai Code. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Parameter yang diukur terdiri dari parameter fisik, kimia, dan biologi. Parameter fisik sungai meliputi kedalaman, kekeruhan, kecerahan, kecepatan arus, debit air, suhu, tipe substrat, TSS, dan TDS. Parameter kimia sungai meliputi pH, DO, BOT, nitrat, fosfat, dan amonia. Parameter biologi meliputi vegetasi riparian dengan indeks biotik meliputi kerapatan, indeks kekayaan jenis, dan indeks keanekaragaman jenis. Penggunaan lahan di sungai Code didominasi oleh pembangunan (tanggul,pemukiman), pertanian dan jalan. Aktivitas masyarakat didominasi oleh aktivitas bertani dan penambangan pasir. Jenis sumber pencemar yang dominan adalah limbah rumah tangga.Karakteristik lingkungan di sungai Code adalah berbatu dan berpasir. Ditemukan 36 spesies,25 famili, 23 ordo, 4 kelas, dan 2 divisi. Struktur komunitas vegetasi riparian didominasi oleh famili Poaceae, Asteraceae dan Malvaceae. Penggunaan lahan, pola aktivitas dan sumber pencemar dapat mempengaruhi kualitas air sungai Code (parameter fisik dan kimia). Keberadaan struktur komunitas vegetasi riparian dapat mempengaruhi kualitas air sungai Code khususnya pada parameter BOT dan Nitrat air sungai Code.


2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 41
Author(s):  
Oppy Mandasari ◽  
Vivi Mardina ◽  
Fadhliani Fadhliani

Air buangan dari kegiatan rumah tangga atau disebut limbah cair domestik pada perumahan di sekitaran PMKS berpotensi menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan jika tidak dilakukan pengolahan secara benar.  Penelitian ini bertujuan untuk memantau aktivitas pengolahan limbah cair domestik pada PMKS (PT Sisirau) Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian menggunakan metode grab sampling. Parameter pengamatan dari sampel air buangan pada perumahan pabrik adalah kadar  pH, BOD, COD, TSS, ammoniak, minyak dan lemak. Data yang diperoleh dianalisa dengan membandingkan hasil yang diperoleh sesuai Permen LH dan Kehutanan RI No. P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair  domestik  di  PMKS PT Sisirau sudah  memenuhi  standar  baku  mutu kualitas limbah  cair yang aman di buang ke badan air yaitu  nilai  pH, BOD, COD, TSS, ammoniak, minyak dan lemak berturut-turut adalah 8,02; 23,9mg/L; 50,99mg/L; 25mg/L; 0,29 mg/L; dan < 2mg/L. Nilai-nilai ini berada dibawah kadar maksimum standarisasi. 


AQUASAINS ◽  
2020 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 841
Author(s):  
Muhammad Fajar Purnama ◽  
A. Ginong Pratikino ◽  
Abdullah Abdullah ◽  
La Ode Alirman Afu ◽  
Muhammad Trial Fiar Erawan

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi ekologis Thalassina anomala terutama yang berkaitan dengan arsitektur relung T. anomala dan peranannya terhadap kehidupan (interaksi timbal balik) biota akuatik lainnya yang ada di ekosistem mangrove Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan - Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2019 bertempat di Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara detail arsitektur gundukan T. anomala di ekosistem mangrove Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling atau penetapan stasiun berdasarkan habitat alami lobster lumpur (T. anomala) di alam yakni pada ekosistem mangrove. Pengamatan relung T. anomala dilakukan secara langsung menggunakan metode random sampling. Parameter utama yang diamati pada penelitian adalah arsitektur relung (niche) antara lain tinggi gundukan, diameter atas gundukan, diameter bawah gundukan, kedalaman liang, diameter liang, kemiringan gundukan, kemiringan liang dan arah liang. Hasil pengukuran arsitektur relung lobster lumpur dan parameter lingkungan di analisis nonparametrik menggunakan uji spearmen, demikian juga dengan hubungan antara diameter atas gundukan dan lebar karapas lobster lumpur (T. anomala). Pola distribusi T. anomala pada setiap stasiun memperlihatkan pola yang acak (random). Kepadatan lobster lumpur (mud lobster) tertinggi diperoleh pada stasiun 2 (substrat berlumpur) dengan jumlah 4,5 ind/m2 sedangkan kepadatan terendah (1,5 ind/m2) diperoleh pada stasiun 3 dengan substrat kombinasi (lumpur, pasir dan kerikil). Terdapat korelasi yang sangat signifikan atau signifikan positif antara diameter liang dan lebar karapas (carapace width)  dari T. anomala. 95% dari parameter arsitektur gundukan tersebut memiliki korelasi yang signifikan, artinya hanya terdapat satu parameter yang tidak memiliki korelasi signifikan yakni hubungan antara parameter kemiringan gundukan dengan kemiringan liang (P>0,05). Diantara parameter tersebut tinggi gundukan dengan diameter bawah gundukan memiliki korelasi yang sangat signifikan (0,005<0,01) dan tinggi gundukan dengan kedalaman liang (0,026<0,05).Kata Kunci : Mounds Architecture; Density; Distribution Pattern; Thalassina anomala 


2020 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
Author(s):  
Primanda Kiky Widyaputra ◽  
Dwi Herniti ◽  
Ika Arsi Anafiati

Sungai  Gajah  Wong  adalah  salah  satu  sungai  yang  melintasi  Kota Yogyakarta, salah satunya melintasi Kecamatan Kotagede yang merupakan satu kawasan sentra kerajinan emas. Penurunan kualitas air Sungai Gajah Wong yang melintasi kecamatan tersebut dapat terjadi apabila terjadi pencemaran berupa limbah cair pengolahan emas. Pencemaran tersebut dapat mengakibatkan terjadinya perubahan kondisi fisik dan kimia yang terdapat pada air. Dengan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh limbah cair pengolahan hasil produk tambang emas terhadap kualitas air Sungai Gajah Wong. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh limbah cair pengolahan produk hasil tambang emasterhadap kualitas air Sungai Gajah Wong di Kecamatan Kotagede, DIY. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Parameter yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah parameter fisika dan kimia. Parameter fisika untuk uji kualitas air sungai di daerah penelitian terdiri dari pH, suhu, bau, kekeruhan, warna, dan total solid suspended (TSS). Parameter kimia untuk uji kualitas daerah penelitian adalah Raksa (Hg). Pengujian terhadap parameter fisika dan kimia dilakukan di laboratorium. Pengambilan sampel air sungai mengacu pada SNI 06-2412-1991 tentang metode pengambilan contoh air.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari adanya pengolahan emas di sekitar Sungai Gajah Wong dijumpai parameter Hg pada hasil rata-rata 0,006 mg/L. 


2019 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 38-42
Author(s):  
Chairunisa Ayu Saputri ◽  
Puput Sulistiyaningrum

Latar belakang: Tablet hisap vitamin C merupakan obat yang beredar di apotek maupun di toko-toko. Banyak masyarakat yang mengkonsumsi tablet hisap vitamin C karena memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh. Perbedaan rasa pada tablet hisap vitamin C juga perlu diketahui mutunya dengan baik. Tujuan: mengetahui ada tidaknya perbedaan varian rasa memberikan pengaruh terhadap mutu sediaan tablet hisap vitamin C ditinjau dari analisa kimia dan analisa fisik berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan Farmakope Indonesia. Metode: teknik purposive sampling. Parameter pengujian mutu tablet hisap yang dilakukan yaitu uji keseragaman bobot, uji friabilitas/keregasan/kerapuhan tablet, uji kekerasan tablet, uji keseragaman ukuran, uji keragaman bobot, dan kadar zat aktif. Pada uji penetapan kadar zat aktif dengan metode Iodimetri. Pengujian hipotesis menggunakan uji statistic Independent T Test.  Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa uji mutu sampel rasa lemon dan strawberry ditinjau dari enam parameter memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Hasil uji mutu masing-masing memenuhi syarat dan uji kadar diperoleh nilai T hitung 0,584 pada equal variances assumed dan T tabel 2,306 memiliki nilai signifikan 0,575 artinya lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima yang berarti tidak ada perbedaan kadar vitamin C pada dua varian rasa.. Simpulan dan saran: Hasil analisa kimia dan fisika dengan dua variasi rasa tidak memberikan perbedaan mutu tablet. Diharapkan lebih teliti dalam memilih obat dan memperhatikan cara penyimpanannya


2019 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 44-52
Author(s):  
Triyogi Gitadevarsa ◽  
Setya Handayani ◽  
Andi Warnaen

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil kaji terap (pemantapan materi) tentang proses pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi potong menggunakan MOL bonggol pisang di laboratorium limbah STPP Malang, menyusun rancangan penyuluhan tentang proses pembuatan Pupuk Organik Cair dari urine sapi potong, mendiskripsikan perilaku peternak tentang pembuatan Pupuk Organik Cair dari Urine Sapi Potong. Metode yang digunakan metode kuantitatif, di kelompoktani Karya Makmur II Desa Wonorejo Kecamatan Lawang dengan jumlah anggota 20 orang yang dimana dipilih secara Purposive Sampling. Parameter yang dilihat dari hasil kaji terap yaitu kandungan unsur hara seperti C-Organik, pH dan NPK. Penyusunan rancangan penyuluhan menggunakan metode analisis berdasarkan tahapan adopsi dan strategi penyuluhan. Skala pengukuran yang digunakan untuk melihat perubahan perilaku dari sasaran yaitu skala guttman, skala likert dan rating scale. Pengumpulan informasi tentang hal ini diperoleh dari kuesioner terstruktur, sedangkan analisis yang digunakan yaitu analisis deskriftif. Hasil kaji terap tentang proses pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi menggunakan MOL bonggol pisang menunjukan secara kandungan unsur hara C-Organik, N, dan P masih belum sesuai dengan standar pupuk organik cair namun unsur hara, pH dan K sudah sesuai dengan standar pupuk organik cair. Rancangan penyuluhan yang digunakan yaitu materi tentang pembuatan MOL bonggol pisang dan pupuk organik cair dari urine sapi potong menngunakan MOL bonggol pisang, metode ceramah, diskusi dan kaji terap, dan media folder, slide dan benda sesungguhnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku responden pada aspek pengetahuan sebesar 90% dengan skor rata-rata 8,5 dan berada pada ranah pengetahuan dan memahami, pada aspek sikap sebesar 50% dengan skor rata-rata 85 dan berada pada ranah menerima dan menanggapi, pada aspek keterampilan sebesar 100% dengan skor rata-rata 16,5 dan berada pada ranah meniru.


2018 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 89
Author(s):  
Ahmad Mauludin Sohih ◽  
Hidayat Teguh Wiyono ◽  
M. Mahriani

Perilaku bermain merupakan perilaku yang dilakukan hewan dengan tujuan untuk adaptasi, yaitu sebagai latihan dalam menghadapi predator, latihan dalam menyerang, bertarung, seperti melarikan diri atau menyerang lawannya. Perilaku bermain dapat menjadi indikator kesejahteraan hewan (animal welfare). Penelitian ini dilakukan di Blok Merak, kawasan Resort Labuhan Merak Taman Nasional Baluran. Penelitian ini menggunakan lima anak sapi peranakan ongole (PO). Prosedur penelitian ini yaitu; penentuan sampel anak sapi, pelabelan sampel anak sapi, pengamatan perilaku, dan pengukuran kondisi lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengamatan perilaku adalah Focal Animal Sampling. Parameter yang diukur yaitu frekuensi dan durasi perilaku bermain anak sapi PO yang meliputi jumping, bucking, running, mock fighting/butting calf, dan mounting. Data hasil pengamatan perilaku bermain anak sapi PO dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi dan durasi perilaku bermain yang meliputi jumping dan bucking tiga kali tiga detik, running 27 kali 71 detik, mock fighting/butting calf 45 kali 434 detik, dan mounting yaitu 88 kali 224 detik. Frekuensi dan durasi masing-masing anak sapi PO yaitu anak sapi A 44 kali 215 detik, anak sapi B 24 kali 115 detik, anak sapi C 42 kali 202 detik, anak sapi D 30 kali 83 detik dan anak sapi E 22 kali 120 detik. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan lima perilaku bermain yang diamati pada anak sapi peranakan ongole (PO) di Blok Merak, kawasan Resort Labuhan Merak yang digembalakan secara liar di savana Taman Nasional Baluran. Kata Kunci: Perilaku Bermain, Anak sapi Peranakan Ongole (PO), dan Taman Nasional Baluran.


2018 ◽  
Vol 13 (3) ◽  
pp. 873-896 ◽  
Author(s):  
Edward Higson ◽  
Will Handley ◽  
Mike Hobson ◽  
Anthony Lasenby

2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Yuni Sesempuli ◽  
Bambang Iswanto ◽  
Diana Hendrawan

<p><span>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber pencemar, kualitas air, status mutu dan pengelolaan <span>Kali Krukut di Depok, Jawa Barat. Kali Krukut yang menjadi area kajian sepanjang 9 km terbagi menjadi 7<br /><span>titik sampling. Parameter yang dikaji terdiri dari TSS, TDS, DO, BOD, COD, PO<span>43-, <span>N total, deterjen (MBAS), <span>minyak dan lemak. Analisis kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu Peraturan Pemerintah Pemerintah<br /><span>Republik Indonesia No.82 Tahun 2001 kelas I. Status mutu air dihitung dengan metode Indeks Pencemar <span>(IP). Sumber pencemar dominan di Kali Krukut berasal dari permukiman dengan karakteristik pencema r<span>organik.  BOD berkisar antara 10,81 – 91,25 mg/l sedangkan baku mutu BOD sebesar 2 mg/l, COD berkisar<br /><span>antara 17.28-124 mg/l sedangkan baku mutu COD sebesar 10 mg/l, N total berkisar antara 1,99 – 2,49 mg/l<span>sedangkan baku mutu N total adalah nihil dan fosfat berkisar antara 0,21 - 6,03 mg/l sedangkan baku mutu <span>fosfat adalah 0,2 mg/l. Status Mutu Air dengan nilai Indeks Pencemar (IP) 1,36 (tercemar ringan) – 7,08 <span>(tercemar sedang). Perencanaan pengelolaan dengan meniadakan tumpukan sampah liar, penghijauan <span>bantaran sungai dan penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di permukiman.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p><p><span><span><span><span><em><strong>Kata Kunci</strong>: berkelanjutan, indeks pencemar, kualitas air, status mutu, sumber daya air</em><br /></span><br /></span></span></span></p>


2018 ◽  
Vol 18 (2) ◽  
pp. 83
Author(s):  
Afrizal Vachlepi ◽  
Imam Sastra Nugraha ◽  
Aprizal Alamsyah
Keyword(s):  

Bahan olah karet sebagian besar berasal dari perkebunan rakyat berupa slab dan lump. Persyaratan mutu tentang bahan olah karet tercantum dalam SNI 06-2047-2002. Evaluasi mutu bahan olah karet petani di sekitar areal operasional pertambangan belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi mutu bokar petani karet di areal operasional tambang minyak dan gas di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan berdasarkan SNI 06-2047-2002. Metode yang digunakan adalah metode survei terhadap 58 orang petani yang tersebar di 12 desa. Pemilihan desa untuk penelitian dilakukan secara purpossive sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling dan purpossive sampling. Parameter mutu bokar yang diambil terdiri atas kebersihan, ketebalan, jenis penggumpal, tempat pencetakan dan kondisi penyimpanan bokar. Data tersebut dibandingkan dengan persyaratan mutu slab pada SNI 06-2047-2002. Hasilnya, mutu bahan olah karet secara umum belum memenuhi standar baku yang dipersyaratkan SNI. Ketebalan slab tersebut 100 % termasuk mutu IV. Penggunaan bahan penggumpal anjuran hanya 1,72 %. Seluruh slab yang dihasilkan petani 100 % kotor. Tempat pencetakan slab yang digunakan beragam yaitu bak plastik, kotak kayu dan lubang tanah.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document