Jurnal Ilmiah Pharmacy
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

93
(FIVE YEARS 38)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

2615-8566, 2406-8071

2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 19-26
Author(s):  
Devi Novia

Infeksi cacing adalah penyakit rakyat umum di Indonesia. Lebih dari 60% anak-anak di Indonesia menderita suatu infeksi cacing. Di Indonesia angka prevalensi kecacingan meningkat pada tahun 2012 yang menunjukkan angka di atas 20%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun jati (Tectona grandis L.S) terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp secara In Vitro. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen dengan melakukan percobaan pemberian ekstrak etanol daun jati dalam kadar ektrak tertentu. Konsentrasi ekstrak etanol daun jati (Tectona grandis L.S) yang digunakan adalah 20% b/v, 40% b/v dan 60% b/v. Tiap ekstrak diuji pengaruhnya terhadap waktu kematian cacing  Ascaridia galli Sp secara In Vitro yang diamati selama 2 hari setiap 4 jam sekali dengan pembanding kontrol positif  berisi 20 ml larutan piperazin dan kontrol negatif berisi 20 ml larutan NaCl 0,9% b/v kemudian dianalisis dengan SPSS 21 uji One Way Anova. Uji daya Antelmentika ekstrak etanol daun jati (Tectona grandis L.S) dengan berbagai konsentrasi terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp menunjukan bahwa ekstrak etanol daun jati (Tectona grandi L.S)  konsentrasi 20% b/v, 40% b/v dan 60% b/v mempunyai pengaruh terhadap kematian cacing Ascaridia galli Sp.


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 1-9
Author(s):  
Asril Burhan

Keberadaan biji salak (Salacca zalacca) sangat melimpah dan mudah didapatkan.Biji salak mengandung selulosa yang dapat digunakan sebagai bioadsorbenterhadap minyak jelatah. Pemanfaatan biji salak masih sangat jarang. Penyerapanlemak di usus merupakan salah satu mekanisme dari obat yang digunakan dalamterapi obesitas. pengaplikasian transdermal patch oleh pasien dapat dilakukandengan mudah serta mencegah zat aktif obat mengalami metabolisme lintaspertama dihati. Review ini bertujuan untuk membahas potensi bioadsorben lipidbiji salak dalam sediaan transdermal patch untuk terapi obesitas, sehingga dapatmenambah nilai guna biji salak dan dapat bermanfaat dibidang kesehatan.Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, Science Directdan makalah penelitian yang terkait dengan kemampuan bioadsorben lipid bijisalak dalam sediaan transdermal patch. Biji salak mengandung selulosa yangdapat dijadikan biosorben (adsorben) karena adanya gugus –OH yang terikat padaselulosa. Sisi aktif pada bioadsorben biji salak tersebut efektif dalam mengikatgugus fungsi yang terdapat pada minyak jelatah. Transdermal patch efektif dalammenurunkan volume jaringan adiposa yang diujikan pada tikus yang obesitas.selain itu transdermal patch juga efektif menurunkan kadar kolesterol total,trigliserida dan low density lipoprotein (LDL) pada tikus yang hiperlipidemia.Dapat disimpulkan bahwa bioadsorben lipid biji salak berpotensi efektif dalamsediaan transdermal patch.


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 65-71
Author(s):  
Betna Dewi
Keyword(s):  

Sabun merupakan salah satu sediaan kosmetik yang digunakan untuk perawatan dan pembersih kulit, Penggunaan serai wangi sebagai obat dan pewangi dapat meningkatkan estetika sabun. Penelitian ini merupakan penelitian mengenai minyak atsiri Sereh Wangi ( Cymbopogon nardur L )yang  dibuat menjadi sediaan sabun padat.Zat aktif yang digunakan adalah minyak atsiri sereh wangi, dengan konsentarsi 0% ( formula F0), konsentrasi 1% ( formula F1 ), konsentari 3% ( formula F2), dan konsentrasi 5% ( formula F3 ). Prosedur kerja pembuatan sabun padat dengan metode dingin. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, uji stabilitas busaMinyak atsiri Sereh Wangi ( Cymbopogon nardur L )dapat dibuat menjadi formulasi sabun padat. Variasi konsentrasi minyak atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardur L) formula F0,F1,F2 dan F3 dapat mempengaruhi sifat fisik sabun padat


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 46-53
Author(s):  
Magfirah -

ABSTRAKUpaya menangkal terjadinya penyakit degeneratif akibat terakumulasi radikal bebas,  salah satunya adalah pemanfaatan daun parang romang (Boehmeria virgata)  yang memiliki potensi kandungan antioksidan yang diformulasikan dalam sediaan nanoemulsi. Tujuan dari penelitian ini mengetahui aktivitas antioksidan formulasi nanoemulsi ekstrak etanol daun parang romang. Daun Parang romang diekstraksi secara maserasi.selanjutnya diformulasi menjadi sediaan nanoemulsi dengan metode simple lattice design. Spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan.. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan dengan metode  DPPH  pembanding kuersetin dan formulasi nanaoemulsi  masing-masing  diperoleh nilai IC50 yaitu 19,82 μg /mL dan 96,36 μg /ml. Hal ini menunjukkan bahwa formulasi nanoemulsi ekstrak daun parang romang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Kata Kunci : Daun Parang romang, Nanoemulsi, Antioksidan, DPPH. 


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 53-64
Author(s):  
Densi Selpia Sopianti
Keyword(s):  

Alga merah Gelidum sp merupakan rumput laut yang berasal dari kelas Rhodophyta yang mengandung  agarose, antioksidan,  vitamin  B12,  asam amino,  asam aspartat, dan lain-lain. Alga merah Gelidum sp diketahui dapat meningkatkan kualitas kulit dengan meregenerasi sel, merangsang penumbuhan sel kulit baru, memperkuat kulit dalam menangkas paparan sinar UV, radiasi dan toksin, menangkal radikal bebas karena kandungan antioksidan, melembabkan sel kulit, mencegah penuaan dini, mencegah keriput, mendetoksi dan mengoksigenasi sel kulit dengan kandungan mineralnya, dan membantu membuka pori-pori kulit untuk meningkatkan kinerja pembersih kulit. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi. Sediaan lulur krim dari ekstrak agarosa dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, Uui pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji konsistensi/viskositas, uji tipe krim, uji hedonik, dan uji kualitatif antioksidan, ekstrak kemudian diformulasi menjadi lulur krim dan dievaluasi selama 3 minggu. Data yang diperoleh dianalisis dalam bentuk grafik dan angka.Hasil evaluasi lulur krim didapat data uji organoleptis, uji homogenitas menunjukkan semua formula baik, hasil uji pH asam, hasil uji daya sebar, daya lekat memenuhi syarat, hasil uji, konsistensi/viskositas memenuhi syarat, uji tipe krim didapat krim tipe M/A, uji hedonik hampir semua panelis menyukai F3, dan hasil uji kualitaif antioksidan menunjukan bahwa sediaan lulur krim mengandung antioksidan.


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 27-35
Author(s):  
Kiki Rizki Handayani

Yogurt merupakan hasil fermentasi susu dari bakteri asam laktat (BAL) seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang berperan pada pembentukan tekstur dan rasa yogurt. Oleh karena itu perlu diperhatikan perbandingan bakteri yang ditambahkan. Fortifikasi ekstrak buah jamblang (Syzygium cumini L.) bertujuan untuk meningkatkan nutrisi dan sebagai agen antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan komposisi bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus yang tepat ditambahkan untuk mendapatkan yogurt terfortikasi buah jamblang dengan karakteristik organoleptik dan tingkat kesukaan yang paling baik. Ekstrak buah diperoleh dengan pemanasan (54°C, 50 menit) (100 g ekstrak: 50 mL air). Komposisi bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus yang ditambahkan (1:1, 1:2, dan 2:1). Evaluasi yang dilakukan yaitu uji karakteristik organoleptik dan tingkat kesukaan pada yogurt. Analisis data menggunakan ANAVA (Analisis varian). Hasil menunjukkan yogurt terfortifikasi buah jamblang dengan bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus (1:1, 1:2, 2:1) memberikan pengaruh terhadap karakteristik organoleptik yogurt. Yogurt fortifikasi buah jamblang memiliki kualitas yang paling baik dibandingkan dengan yogurt tanpa forfikasi. Pada perlakuan tersebut menghasilkan karakteristik organoleptik warna (merah muda), aroma (sangat khas yogurt), rasa (agak asam), tekstur (agak halus) dan kekentalan (agak kental). Tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada yogurt terfortifikasi buah jamblang dengan bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus 1:2.


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 10-18
Author(s):  
Fathnur Sani Kasmadi ◽  
Gatot Prasetya ◽  
Nurfijrin Ramadhani ◽  
Nurwani Purnama Aji ◽  
Agung Giri Samudra
Keyword(s):  

Latar Belakang: Daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa L.) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai pengobatan untuk luka bakar karena mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas daun bunga pukul empat dalam mengatasi luka bakar.Metode: Metode pengujian Efektivitas ekstrak daun bunga pukul empat sebagai luka bakar diuji menggunakan  metode induksi luka bakar. Hewan Uji terdiri dari 5 ekor kelinci yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (vaselin flava), kontrol positif (Bioplasenton), dan kelompok perlakuan ekstrak etanol daun bunga pukul empat Perlakuan I (5%), Perlakuan II (7,5%) dan Perlakuan III (10%). Pengukuran diameter luka bakar dilakukan dari hari ke-1 hingga hari ke-19 diukur setiap 3 hari. Data diperoleh menggunakan analisis uji statistik two-way anova dilanjutkan dengan uji duncan dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun bunga pukul empat mempunyai efek penyembuhan luka bakar. Dimana berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan yang bermakna untuk tiap kelompok perlakuan. Konsentrasi terbaik adalah perlakuan III konsentrasi 10% dengan persentase kesembuhan 85,08%. Kemudian diikuti dengan konsentrasi 7,5% dan 5%.


2021 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 195-203
Author(s):  
Gina Lestari

Daun bidara arab (Ziziphus mauritiana Lam) merupakan bagian tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ekstrak daun bidara arab dapat diformulasikan dalam sediaan sirup dan apakah terdapat efektivitas antipiretik.Penelitian yang sudah dilakukan di laboratorium.Ekstraksi senyawa kimia dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut 96 %, ekstrak yang diperoleh diuapkan menggunakan rotary evaporator untuk mendapatkan ekstrak kental. Ada 4 formula yang digunakan yaitu F0 0%, F1 5%, F2 10%, F3 15%, selanjutnya dilakukan uji formulasi ektrak sirup daun bidara arab yaitu meliputi uji organoleptik, uji viskositas, uji pH, uji waktu tuang serta uji hedonic kemudian dilakukan pengujian efek antipiretik terhadap mencit putih jantan setelah di induksi dengan vaksin DPT selama 3 jam dengan mengukur suhu rektal hewan uji menggunakan termometer.Hasil penelitian pada Formulasi Sirup yang dapat dijadikan sebagai formulasi sirup  yaitu pada Formula 2 yaitu stabil pada uji organoleptik, uji pH, uji viskositas, dan uji waktu tuang,  yang sesuai dengan ketentuan dalam pembuatan sirup dan juga secara fisik formula 2 yang paling baik, kemudian pengukuran suhu badan mencit didapat hasil bahwa tidak terjadi penurunan suhu setelah pemberian induksi demam vaksin DPT-HB. Maka disimpulkan sirup dari ekstrak bidara arab tidak mampu menurunkan suhu demam terlihat dari setelah pemberian vaksin pada menit ke 30 sampai menit ke 180 suhu mencit mengalami peningkatan.


2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 175-184
Author(s):  
Monik Krisnawati

Kerontokan rambut merupakan salah satu permasalahan rambut yang sering terjadi pada siapapun. Pare (Momordica charantia L) merupakan tanaman yang cukup dikenal di Indonesia. Secara empiris, daun Pare dipergunakan oleh masyarakat sebagai penyubur rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pertumbuhan rambut krim ekstrak etanol daun Pare. Penelitian ini bersifat eksperimental murni dengan rancangan penelitian acak lengkap pola searah menggunakan perlakuan ekstrak etanol daun Pare pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Pengamatan dilakukan dengan menghitung tingkat pertumbuhan rambut pada 3 ekor kelinci galur lokal. Data yang diperoleh dari penelitian dihitung dengan AGD (Average Growth Daily gain) dan dianalisis secara statistik menggunakan metode Anava (LSD) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis statistik menggunakan Anova satu jalan dilanjutkan uji LSD diperoleh nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai signifikansi tersebut dapat dimaknai bahwa ada perbedaan aktivitas pertumbuhan rambut yang signifikan antara keseluruhan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim ekstrak etanol daun Pare menunjukkan aktivitas pertumbuhan rambut paling baik pada konsentrasi 40%.Kata Kunci: Krim, Ekstrak Etanol, Daun Pare


2020 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 277-286
Author(s):  
Betna Dewi

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang berada di daerah tropis, sehingga merupakan daerah endemik bagi penyakit-penyakit yang penyebarannya diperantarai oleh nyamuk, salah satunya nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus dengue penyebab DBD. Tanaman cengkeh berasal dari Indonesia tepatnya berada di maluku cengkeh juga bisa dibuat minyak cengkeh yang dapat dimanfaatkan untuk obat obatan anti nyamuk dan dapat di buat menjadi sedian lotionevaluasi yang dilakukan pada sediaan lotion adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tipe emulasi, uji viskositas, uji daya sebar, uji hedonik, uji efektivitas anti nyamuk .Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa  minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) dapat dibuat menjadi sediaan lotion. Lotion minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) efektive digunakan sebagai  lotion  anti nyamuk dan  pada  kesentrasi 15% lotion minyak cengkeh (Syzygium aromaticum)  yang paling efektive diggunakan sebagai anti nyamuk. kata kunci :minyak cengkeh(Syzygium aromaticum), lotion, nyamuk


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document